Pemerintah Kabupaten Bangli kini tengah memacu seluruh jajarannya untuk meraih predikat sebagai Kabupaten Terinovatif di tingkat nasional. Target besar ini merujuk pada ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, Bupati Bangli telah menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menciptakan minimal dua inovasi pelayanan publik setiap tahunnya.
Langkah berani ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah kini fokus pada digitalisasi sistem dan penyederhanaan birokrasi yang selama ini dianggap kaku. Melalui semangat inovasi ini, Bangli optimis dapat bersaing dengan kabupaten besar lainnya di Indonesia.
Transformasi Layanan Digital dan Berbasis Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Bangli menyadari bahwa inovasi tidak harus selalu mahal, namun harus memberikan dampak yang nyata. Sebab, esensi dari sebuah inovasi adalah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi warga sehari-hari. Selain itu, Bangli juga mulai mengintegrasikan berbagai layanan publik ke dalam satu platform digital yang mudah diakses dari ponsel.
Akibatnya, proses pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan usaha kini menjadi jauh lebih cepat dan transparan. Namun, pemerintah tetap memperhatikan wilayah pedesaan yang masih terkendala akses internet dengan menyediakan layanan jemput bola. Selanjutnya, tim penilai internal rutin melakukan evaluasi guna memastikan setiap inovasi berjalan secara berkelanjutan.
Penguatan Ekosistem Inovasi di Tingkat Desa
Bupati Bangli menekankan bahwa inovasi tidak boleh hanya berpusat di kantor kabupaten saja. Bahkan, beliau mendorong para perbekel (kepala desa) untuk menggali potensi unik desa mereka melalui ide-ide kreatif. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan penghargaan khusus bagi desa yang berhasil mengembangkan sistem ekonomi kreatif atau pengelolaan lingkungan yang inovatif.
“Kami ingin menjadikan inovasi sebagai budaya kerja baru di Bangli. Oleh karena itu, setiap aparatur sipil negara harus berani keluar dari zona nyaman demi kemajuan daerah,” tegas Bupati Bangli dalam rapat koordinasi terbaru.
Selanjutnya, Pemkab Bangli menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mendampingi proses riset dan pengembangan inovasi daerah. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan ilmiah yang kuat dan hasil yang lebih terukur.

Baca juga:Bangli Siapkan RKPD 2027, 23 Usulan Prioritas Lolos Seleksi
Persiapan Menuju Penilaian Nasional
Menjelang penilaian IGA, Bangli terus mematangkan presentasi dan dokumentasi dari puluhan inovasi yang telah terdaftar. Sebab, aspek kemanfaatan dan keberlanjutan menjadi poin penilaian yang sangat krusial di mata tim penguji pusat. Oleh karena itu, koordinasi antar instansi semakin intensif guna menyelaraskan data yang akan dikirimkan ke kementerian.
Berikut adalah tiga fokus utama inovasi di Kabupaten Bangli:
-
Sektor Kesehatan: Mempercepat layanan rujukan melalui sistem informasi terintegrasi antar puskesmas dan rumah sakit.
-
Sektor Pariwisata: Mengembangkan promosi wisata berbasis digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kintamani.
-
Sektor Pertanian: Membantu petani lokal melalui inovasi pengolahan pascapanen guna meningkatkan nilai jual produk unggulan.
Sebagai tambahan, prestasi ini harapannya dapat meningkatkan daya tarik investasi bagi para pengusaha luar daerah. Sebagai penutup, ambisi Bangli menjadi kabupaten terinovatif merupakan bukti nyata transformasi kepemimpinan yang progresif. Dengan demikian, masyarakat Bangli akan segera merasakan dampak positif dari setiap terobosan yang telah pemerintah rancang.
















