Awal Gemilang Donnarumma di Etihad: Dari Derby Manchester hingga Menaklukkan Napoli
Kabar Bangli- Manchester City memulai era baru di bawah mistar gawang dengan kedatangan Gianluigi Donnarumma. Kiper raksasa asal Italia itu resmi bergabung pada musim panas 2025 setelah memutuskan hengkang dari Paris Saint-Germain. Transfer ini langsung memicu perdebatan: mampukah ia menggantikan Ederson, sosok kunci dalam filosofi bermain Pep Guardiola selama bertahun-tahun?
Namun, jawaban Donnarumma datang dengan cepat. Dengan kontrak berdurasi lima tahun plus opsi perpanjangan satu tahun, ia langsung dipercaya sebagai kiper utama. Hanya dalam dua pertandingan pertamanya, ia berhasil meyakinkan para fans, rekan setim, dan bahkan para pengamat bahwa City tidak salah memilih.

Baca Juga : Pemerintah Bali Salurkan Bantuan untuk Pedagang dan Siswa Terdampak Banjir
Derby Panas, Debut Sempurna
Debut Donnarumma terjadi di momen yang paling mendebarkan: Derby Manchester di Etihad Stadium, 15 September 2025. Dalam laga sarat gengsi ini, Pep Guardiola langsung menurunkannya sebagai starter. Tekanan jelas tinggi, apalagi ia harus menggantikan sosok Ederson yang selama ini dikenal piawai dalam membangun serangan dari belakang.
Namun, Donnarumma tampil dengan ketenangan seorang veteran. City menang meyakinkan 3-0 berkat gol Phil Foden dan Erling Haaland, tetapi sorotan juga tertuju pada kiper baru mereka. Ia mencatat clean sheet dan melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu momen krusial saat menepis tembakan keras Bryan Mbeumo yang mengarah ke sudut gawang.
Aksi heroiknya bahkan mendapat tepuk tangan dari Haaland dan sambutan meriah dari para suporter City. “Saya merasa seperti sudah lama di sini. Sambutan dari tim membuat saya cepat beradaptasi,” kata Donnarumma di laman resmi klub. Rating 7,8 dari FotMob menjadi bukti bahwa debutnya sukses besar.
Ujian Mental di Liga Champions
Tiga hari kemudian, Donnarumma kembali diuji di panggung Eropa melawan Napoli pada matchday pertama Liga Champions. Laga ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ia merespons tekanan di level tertinggi.
Napoli harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-21 setelah Giovanni Di Lorenzo diganjar kartu merah, tetapi tetap bertahan dengan disiplin. Donnarumma memang tidak terlalu sibuk di babak pertama, namun ia sempat menghadapi ancaman dari tandukan Sam Beukema yang memaksa dirinya melakukan refleks cepat.
City akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua melalui sundulan Haaland, sebelum Jeremy Doku menggandakan keunggulan. Donnarumma lagi-lagi menjaga gawangnya tetap perawan. FotMob kali ini memberinya rating lebih tinggi, 8.0 – mencerminkan dominasi dan stabilitasnya.
Lebih dari Sekadar Pengganti Ederson
Dua clean sheet beruntun, satu di laga derby dan satu di Liga Champions, sudah cukup untuk membuat Donnarumma mendapatkan tempat spesial di hati pendukung City. Pep Guardiola tampaknya ingin membangun babak baru di posisi penjaga gawang – bukan sekadar mencari “Ederson baru”, tetapi menciptakan gaya permainan yang mungkin sedikit berbeda namun tetap efektif.
Keunggulan Donnarumma dalam duel udara, refleksnya yang cepat, serta ketenangan dalam momen krusial menjadi modal penting bagi City yang ingin mempertahankan dominasi di Inggris dan Eropa.
Fondasi Kepercayaan untuk Musim Panjang
Awal yang gemilang ini menjadi pondasi penting bagi City untuk mengarungi musim panjang. Dengan Donnarumma di bawah mistar, City kini memiliki kiper yang bukan hanya tangguh di lapangan, tetapi juga membawa rasa aman bagi seluruh tim.
Pertanyaannya kini bukan lagi “Apakah ia bisa menggantikan Ederson?”, tetapi “Seberapa jauh Donnarumma akan membawa Manchester City?” Jika performanya konsisten, era baru City di bawah Pep Guardiola bisa menjadi lebih solid – dengan benteng pertahanan yang semakin sulit ditembus.
















