Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Duel Berdarah di Kintamani: Dua Kakak Beradik Tewas, Berawal dari Chat di Media Sosial

cek disini

Kabar Bangli- Suasana tenang di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, mendadak mencekam Duel Berdarah pada Minggu pagi (12/10/2025). Dua pria kakak-beradik ditemukan tewas bersimbah darah akibat perkelahian brutal yang diduga berawal dari percakapan di media sosial Facebook.

Kedua korban, I Ketut Kartawa (50) dan Jero Sumadi, warga Banjar Tabu, Desa Songan A, tewas dengan luka parah akibat sabetan senjata tajam. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WITA, hanya satu jam setelah adu kata di dunia maya berubah menjadi pertumpahan darah di dunia nyata.

Awal Mula dari Chat Facebook

Menurut laporan Polres Bangli, perkelahian bermula dari pesan yang dikirim melalui Messenger Facebook oleh akun bernama Zerro Semedhi, milik Jero Sumadi, kepada I Ketut Arta. Isi percakapan tersebut membahas soal penyetopan mobil Jeep yang akhirnya memicu emosi.

Pertukaran pesan itu berkembang menjadi tantangan terbuka. “Kalau berani, kita selesaikan di lapangan,” demikian salah satu isi chat yang kemudian viral di kalangan warga setempat.

Sekitar pukul 08.00 WITA, Ketut Arta melintas di depan warung milik Jero Sumadi dan sempat dihadang oleh Sumadi bersama Ketut Kartawa dan I Wayan Ruslan. Merasa terancam, Arta melarikan diri ke rumahnya untuk meminta bantuan kakaknya, I Jero Wage.

Pertikaian Memanas di Lapangan

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Ketut Arta bersama kakaknya Wage dan seorang warga lain, I Nyoman Bersi, berjalan kaki menuju lokasi kejadian. Mereka membawa senjata tajam—tombak dan dua bilah pedang—yang kemudian menjadi alat mematikan dalam duel berdarah tersebut.

Begitu tiba di lokasi, suasana langsung ricuh. Kedua kubu saling serang menggunakan senjata tajam. Dalam hitungan menit, dua korban jatuh bersimbah darah. Ketut Kartawa dan Jero Sumadi tewas di tempat akibat luka bacokan serius di tubuh dan kepala.

Sementara I Wayan Ruslan (53) mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Bangli dalam kondisi kritis.

Duel Berdarah di Kintamani: Dua Kakak Beradik Tewas, Berawal dari Chat di Media Sosial
Duel Berdarah di Kintamani: Dua Kakak Beradik Tewas, Berawal dari Chat di Media Sosial

Baca Juga : Verdonk Bicara Usai Indonesia Tersingkir: “Sakit, Tapi Kami Tidak Akan Menyerah

Polisi Bergerak Cepat Amankan Pelaku

Kapolres Bangli AKBP James I.S. Rajagukguk mengatakan, setelah menerima laporan warga, tim gabungan segera mendatangi lokasi kejadian.

“Tiga orang pelaku berhasil diamankan, yaitu I Ketut Arta (29), I Jero Wage (40), dan I Nyoman Bersi (33). Ketiganya berasal dari banjar yang sama dengan para korban,” jelas Kapolres.

Petugas juga mengamankan barang bukti senjata tajam, di antaranya dua bilah pedang samurai dan sebuah tongkat besi, yang diduga digunakan saat perkelahian.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif pasti di balik insiden tersebut. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan dan autopsi untuk memastikan kronologi lengkap serta pemicu utama pertikaian,” ujar Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, PS Kasi Humas Polres Bangli.

Autopsi dan Pengamanan Ketat

Untuk memastikan penyebab kematian, Satreskrim Polres Bangli telah melakukan autopsi di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Selain itu, polisi juga memperkuat pengamanan di lokasi agar situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik antarwarga.

“Petugas masih siaga di lapangan bersama TNI. Syukurlah, hingga malam hari situasi sudah terkendali dan masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang,” tambah Ratwijaya.

RSUD Bangli Tangani Korban Luka Berat

Humas RSUD Bangli, Kompyang Ari Wijaya, membenarkan bahwa rumah sakit menerima dua pasien meninggal dunia dan satu korban kritis.

“Korban atas nama I Wayan Ruslan mengalami luka tusuk di bagian perut dan saat ini dalam perawatan intensif. Tim medis sudah melakukan CT Scan dan persiapan operasi,” ungkapnya.

Peringatan Keras: Jangan Selesaikan Masalah Lewat Kekerasan

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, apalagi menyelesaikan masalah pribadi melalui media sosial dan kekerasan fisik.

Polres Bangli mengimbau agar warga lebih bijak menggunakan media sosial dan segera menghubungi aparat jika terjadi perselisihan. “Satu pesan dari kami, nyawa tak bisa ditebus dengan emosi sesaat,” tegas Kapolres Rajagukguk.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *